Waspadai Sindrom Patah Hati, dan Kenali Tanda-tandanya!

Hati-hati bila Anda patah hati, karena baru-baru ini ada yang namanya sindrom atau tanda-tanda/gejala suatu penyakit yang ditimbulkan karena seseorang mengalami sakit hati.

Gejala penyakit ini dinamakan sindrom patah hati.

Mungkin Anda salah satu yang baru mendengar istilah sindrom patah hati atau bahasa kerennya (broken heart syndrome).

Menurut informasi yang pernah saya baca bahwa sindrom patah hati ini bisa mengakibatkan gagal jantung.

Ngeri juga kan..?

Karena itu, saya ingin menjelaskan untuk Anda tentang tanda-tanda atau gejala sindrom ini. Supaya Anda bisa lebih dini mengenalinya.

O iya, yang lebih mengagetkan lagi ternyata sindrom ini bukan hanya diakibatkan karena rasa sakit hati, kesedihan atau kepedihan saja, namun bisa juga karena rasa yang terlalu bahagia (Health Kompas).

Pada intinya, sindrom ini disebabkan karena adanya emosi yang berlebih pada hati, sehingga membuat fungsi jantung tidak stabil.

Patah hati secara umum tentu saja mempunyai makna kurang baik.

Artinya suatu metafora umum yang digunakan untuk menjelaskan sakit emosional atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai, melalui kematian, perceraian, putus hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta.

Namun kebanyakan orang menilai bahwa patah hati lebih diakibatkan karena cinta.

Iya, perjalanan cinta seringkali membawa dampak baik dan buruk.

Semua orang tentu saja pernah mengalami apa yang disebut jatuh cinta.

Betapa indah perasaan saat Anda merasakan jatuh cinta. Hari-hari selalu saja diwarnai dengan berbagai momen yang tidak mudah terlupakan.

Tapi,

Ada kalanya cinta yang selalu diagung-agungkan pada akhirnya kandas.

Dan kondisi seperti itulah kita selalu memberinya istilah “patah hati”.

Baca : Cara Melupakan Mantan Kekasih Tercinta

Tidak bisa dipungkiri kalau patah hati memang selalu meninggalkan luka yang begitu besar, luka hati seperti disayat-sayat.

Padahal, putus cinta memang bukanlah akhir dari segalanya, tapi terkadang kita sangat sulit menerimanya.

sindrom patah hati

Kesedihan seperti itulah yang bisa memicu terjadinya sindrom patah hati.

Hasil penelitian didapat dengan menganalisis 1.750 orang, baik pria maupun wanita yang terdata di Takotsubo Registry Internasional di Jepang.

Peniliti menemukan, 465 peserta mengalami gejala sindrom patah hati setelah mengalami emosi negatif, seperti kematian orang yang dicintai, pengalaman menakutkan karena kecelakaan, penyakit, hingga ada masalah keuangan.

Namun,

Sebanyak 20 orang atau sekitar 4 persen dari responden mengalami gejala tersebut karena dipicu emosi positif, seperti merayakan pesta ulang tahun, anak menikah, hingga memiliki cucu.

Penulis studi yang merupakan dokter jantung Jelena R. Ghadri mengatakan, sebanyak 465 peserta dikateogrikan sebagai kelompok “patah hati” dan 20 peserta sebagai kelompok “hati senang”. Sindrom ini 95 persen terjadi pada perempuan.

Adapun gejala awalnya bisa terlihat dari reaksi tubuh seperti ini:

  • Nyeri dada
  • Sesak nafas
  • Detak jantung yang tidak beraturan
  • Sekujur tubuh terasa lemas

Serta beberapa tanda-tanda di bawah ini yang paling sering menjadi pemicunya.

Tanda Bahwa Anda Mengalami Sindrom Patah Hati

1. Depresi

Patah hati ternyata membawa pengaruh besar pada kehidupan Anda.

Depresi adalah suasana hati yang buruk dan berlangsung selama kurun waktu tertentu. Ketika mengalami depresi, Anda akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktifitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.

2. Stres

Tidak bisa dipungkiri, ketika perasaan hati tertekan karena beban dan luka yang mendalam, semua manusia bisa mengalami stres.

Stres merupakan suatu kondisi yang disebabkan adanya ketidaksesuaian  antara situasi yang diinginkan dengan keadaan biologis, psikologis atau sistem sosial individu tersebut. (Sarafino 2006).

Menurunnya hormon dopamin berarti Anda tidak bisa mengatasi masalah sebaik biasanya. Ini yang membuat Anda menjadi stres.

3. Kehilangan nafsu makan

Ketika kesedihan mendera, maka tingginya kadar kortisol dalam darah membuat gula darah meningkat. Sehingga seringkali Anda tidak merasakan lapar sebagaimana biasanya.

 4. Insomnia

Kegalauan hati seringkali berdampak juga pada satu kondisi dimana seseorang akan merasakan kesulitan untuk tidur.

Ketika adrenalin meningkat karena turunnya hormon dopamin akibat patah hati, maka berakibat terganggunya ketenangan pada seseorang hingga menimbulkan efek sulit tidur.

5. Sakit Kepala

Hal seperti ini lebih sering terjadi pada seorang pria dibandingkan wanita.

Ketika emosi dan stres menumpuk, tensi tubuh meningkat dengan cepat sehingga membuat orang merasakan sakit kepala.

6. Hilangnya motivasi

Pria dan wanita setuju bahwa yang paling terasa saat patah hati adalah berkurangnya motivasi. Ditandai dengan menurunnya suasana hati dan merasa diri kurang berharga sehingga merasa lebih butuh banyak usaha untuk melakukan kegiatan.

7. Masalah pada kulit

Wanita paling sering mengalami masalah kulit saat patah hati. Hormon stres yang meningkat membuat Anda jadi sulit tidur dan pola makan yang tidak sehat. Itu semua berpengaruh pada kondisi kulit. Kulit bisa jadi kering, berminyak dan bahkan berjerawat.

8. Mood menurun drastis

Pria atau wanita akan merasakan hal ini. Seperti dikutip eHarmony, hormon dopamin atau yang mengacu pada kesenangan seseorang turun drastis yang membuat adrenalin menjadi meningkat.

Situasi tersebut dinamakan sebagai ‘Habituation’ atau situasi dimana tubuh sedang mencari kegiatan lain ketika merindukan mantan kekasih.

Cara Pengobatan

Tak ada pengobatan standar untuk mengatasi sindrom patah hati.

Biasanya setelah dokter mendiagnosis penderita dengan sindrom ini, barulah dokter meresepkan obat-obatan untuk gangguan jantung seperti angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, beta blockers atau obat diuretik hingga penderita pulih.(doktersehat)

Baca : Tanda Pria atau Wanita Jatuh Cinta, tapi Gengsi

Sindrom patah hati perlu diwaspadai.

Sering kali para anggota keluarga mengabaikan keluhan penderita kelainan ini karena menganggap hanya respons psikologis wajar akibat kehilangan pasangan hidup atau orang yang amat dikasihi.

Jadi, hati-hati jika gejala ini ada pada Anda!

2 thoughts on “Waspadai Sindrom Patah Hati, dan Kenali Tanda-tandanya!”

Leave a Comment