Pengertian Puisi Lama Berikut Contoh-contohnya

Puisi lama.

Ternyata masih ada diantaranya yang belum mengetahui apa itu puisi lama. Padahal jika diingat, puisi sudah diajarkan sejak kita duduk dibangku sekolah dasar.

Mungkin karena puisi lama ini dianggap jenis puisi yang tidak kekinian, sehingga banyak orang malah mengabaikannya.

Jika saja kita mau pelajari, sebenarnya puisi lama seringkali berisi tentang wejangan serta nasihat-nasihat yang mendalam dan penuh makna.

Pengertian Puisi Lama, Ciri dan Jenis-jenisnya.

Puisi lama disebut juga puisi klasik yaitu jenis puisi dengan beragam aturan yang mengikat seperti rima, jumlah baris, bait dan irama. Sehingga terkesan lebih kaku jika dibanding dengan puisi baru yang lebih bebas tanpa terikat aturan.

Puisi lama juga memiliki beberapa ciri, yaitu:

  1. Merupakan puisi rakyat
  2. Tidak pernah diketahui siapa nama pengarangnya
  3. Merupakan jenis sastra lisan yang penyampaiannya dilakukan dari mulut ke mulut
  4. Bahasa yang padat dan penuh makna
  5. Sangat terikat kepada aturan-aturan, seperti jumlah suku kata dalam 1 barisnya, jumlah kata dalam 1 barisnya, jumlah baris dalam 1 baitnya, persajakan (rima), irama.

Dan inilah jenis-jenis puisi lama yang hingga kini berkembang di masyarakat Indonesia.

1. Pantun

Pantun terdiri atas 4 baris, kedua baris pertama disebut sampiran, kedua baris terakhir adalah isinya. Rimanya ab-ab.

Di bawah ini adalah contoh pantun.

a. Pantun nasihat

Tanjung perak di Surabaya
Naik kapal ke Bukittinggi
Kalau aku jadi orang kaya
Banyaklah amal dan rendah hati

Pagar kawat pagar berduri
Jangan dipanjat bikin sengsara
Kalau kita bebas korupsi
Rakyatlah makmur dan sejahtera

Kalau hendak pergi ke pasar
Jangan lupa membeli kuini
Kalau hendak pergi ke Makasar
Naik saja kapal PELNI

Jalan-jalan ke Cianjur
Jangan lupa membeli nampan
Kalau kamu jadi orang jujur
Pasti disukai semua teman

Pergi ke toko memakai sarung
Sarung buatan negri seberang
Maksud hati pulang ke kampung
Apa daya tak punya uang

b. Pantun teka-teki

Kalau puan, puan cerana
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki?

Ada buah mempunyai rambut
Embusan angin tertiup lembut
Membuat orang jadi terlena
Buah apakah itu namanya?

c. Pantun anak kedukaan

Elok rupanya kumbang jati
Dibawa itik pulang petang
Tidak terkata besarnya hati
Melihat ibu sudah datang

Lurus jalan ke Payakumbuh
Kayu jati bertimbal jalan
Betapa hati menjadi rusuh
Jika tidak lulus ujian

d. Pantun berkait

Sarang garuda di pohon beringin
Buah kemuning di dalam dain puan
Sepucuk surat dilayangkan angin
Putih kuning sambutlah tuan
Buah kemuning di dalam puari
Dibawa angin Indragiri
Putih kunging sambutlah tuan
Sambutlah dengan si tangan kiri
Dibawa dari Indragiri
Kabu-kabu dalam perahu
Sambutlah dengan si tangan kiri
Seorang makhluk janganlah tahu

2. Talibun

Talibun asalah pantun yang susunannya terdiri atas 6, 8 atau 10 baris. Pembagian baitnya sama dangan pantun, yaitu terdiri atas sampiran dan isi.

Contoh Talibun:

Mendaki bukit tempurung
Menurun ke Tanjung Ladang
Membawa rotan dua lembar
Kami mendengar kabar burung
Bunga larangan sudah menghilang
Kumbang mana yang mengambilnya

Pasir bulan dalam perahu
Berlabuh tentang batu bara
Berkiawan lalu ke tepian
Ketika menghadap kemudinya
Kasih tuan hambalah tahu
Bagaimana menggenggam bara
Rasa hangat dilepaskan
Begitu benar malah kiranya

Ditatah sarat buanga kondai
Bertikam berhulu gading
Terang bertirai sutera
Bersulam bersuji manik
Kebesaran basa nan empat balai
Tuan Pagi di padang ganting
Tan Indomo si Suroso
Datuk Machudun di si Manik
Bendahara di sungai Tarab

3. Karmina

Karmina adalah pantun yang terdiri atas dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isinya.

Contoh Karmina:

Gendang gendut, tali kecapi
Kenyang perut senanglah hati

Pinggan tak retak, nasi tak ingin
Tuan tak hendak, kami tak ingin

Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu, bertanya pula

4. Gurindam

Gurindam sering juga disebut sajak peribahasa.

Gurindam terdiri dari dua baris yang berirama. Baris pertama ummumnya berupa sebab (hukum, pendirian), sedangkan baris ke dua merupakan jawaban  atau dugaan.

Contoh Gurindam Dua Belas:

1. Awal diingat akhir tidak
2. Alamat badan akan rusak
3. Barang siapa mengenal dua
4. Tahulah dia barang terperdaya
5. Mengumpat dan menguji hendaklah pikir
6. Di situlah banyak orang tergelincir
7. Barang siapa meninggalkan sembahyang
8. Seperti rumah tak betiang
9. Jika hendak mengenal orang berbangsa
10. Lihat kepada budi dan bahasa
11. Apabila anak tidak dilatih

12. Jika besar ibu bapaknya letih

5. Syair

Syair merupakan bentuk puisi klasik (puisi lama) yang sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Arab.

Ciri-ciri Syair adalah sebagai berikut:

  • Terdiri dari empat baris
  • Tiap baris terdiri atas 8-10 suku kata
  • Tidak memiliki sampiran, tapi semuanya merupakan isi
  • Berirama akhiran a-a-a-a

Contoh Syair:

Ya Illahi Khalikul Bahri
Nasibku malang tidak pergi
Ditinggalkan suami seorang diri
Bakal sengsara setiap hari

Sengsara gerangan takdirnya untung
Sebagai nasib si bungsu betung
Hanyut di sungai terkatung-katung
Diejekkan kera dan juga lutung

Diriku hina amatlah malang
Padi ditanam tmbuhlah lalang
Puyuh di sangkar jadi belalang
Ayam ditambat disambar elang

Kesukaan lenyap lara menyebut
Pedih dan pilu rasanya kalbu
Pikiran melayang sebagai lebu
Sebagai anak ditinggalkan ibu

6. Masnawi

Masnawi adalah puisi Arab yang berisi puji-pujian tentang tingkah laku seseorang yag mulia.

Contoh:

Umar

Umar yang adil dalam perinya
Nyatalah pun adil sama sendirinya
Dengan adil itu anaknya dibunuh
Inilah yang benar dan sungguh

Dengan bedah antara isi dan alam
Ialah yang besar pada siang malam
Lagipula yang menjauhkan segala syar
Imamullah di dalam Padang Masyar
Barang yang hak Ta’a katakan itu
Maka katanya yang sebenarnya begitu

7. Ruba’i

Ruba’i adalah puisi Arab yang berisikan nasihat-nasihat yang bersifat pemujaan.

Contoh puisi Ruba’i:

Manusia

Subhanallah apa hal segala manusia
Yang tubuhnya dalam tanah jadi duli yang sia
Tanah itu kujadikan tubuhnya kemudian
Yang ada dahulu padanya terlalu mulia

8. Kit’ah

Kit’ah merupakan puisi Arab yang berisikan nasihat-nasihat yang bersifat mendidik.

Contoh:

Jikalau dalam tanah pada ikhwal sekalian
Tiadalah kudapat bedakan pada antara rakyat dan sultan
Fana juga sekalian yang ada, dengarkanlah yang Allah berfirman
Kulluman’alaihi famin, yaitu barang siapa yang di atas bumi itu lenyap jua

9. Nazam

Nazam adalah puisi Arab yang berisikan tentang cerita hamba sahaya, raja, sultan, pangeran atau bangsawan istana.

Contoh puisi Nazam:

Bahwa bagi raja sekalian
Hendak ada menteri sekalian
Yang pada suatu pekerjaan
Sempurnakanlah segala kerajaan
Menteri inilah maha tolan raja
Dan peti segenap rahasia shaja
Karena kata raja itu katanya
Esa artinya dan dua adanya
Maka menteri yang demikianlah perinya
Ada keadaan raja dirinya
Jika rapat dapat adanya itu
Dapat upeti rahasianya di situ
Terletak di atas penjuru
Harta buta, jembalang buta
Aku mengangkatkan jembalang rusa

10. Gazal

Gazal adalah pantun Arab yang berisi cinta kasih.

Contoh:

Kekasihku seperti nyawa punadalah terkasih dan mulia juga
Dan nyawaku pun daripada nyawa itu jauh ia juga
Hanya jika pada nyawa itu yang menghidupkan sementara nyawa manusia juga

Dan menghilangkan cinta pun itu kekasihnya yang setia juga
Kekasihku itu yang mengenak hatilku dengan rahasia juga
Bukhari yang ada nyawa itu adalah berbahagia juga

Demikian itulah pengertian, ciri-ciri serta contoh-contoh puisi lama.

Mungkin diantara kalian ada yang ingin menambahkan beberapa puisi lama atau segala hal yang berkaitan dengan pantun, gurindam, talibun, syair atau yang lainnya.

Silahkan tambahkan pada kolom komentar. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment