Pedoman Penggunaan Huruf Kapital yang Benar

Penggunaan atau penulisan huruf kapital/huruf besar sebenarnya bukan hal baru lagi bagi kita. Terutama bagi mereka yang punya hobi menulis atau gemar membuat tulisan.

Namun,

Masih saja ada orang yang belum memahami sepenuhnya cara penulisan huruf kapital yang baik dan benar.

Parahnya, bagi sebagian orang penggunaan huruf kapital sering kali malah diabaikan.

Sayang sekali.

Padahal, pedoman penulisan huruf kapital telah banyak dijelaskan dan disebarkan di internet. Bahkan kalau kita coba ingat, huruf kapital sudah diajarkan sejak kita masih duduk di bangku sekolah dasar.

Harusnya, setiap kali kita menulis adalah penting untuk memperhatikan ejaan serta tata cara menulis yang baik. Sehingga kita menjadi terlatih dan terbiasa tertib dalam menulis.

Penggunaan huruf kapital yang tepat tentu saja penting dalam sebuah tulisan.

penulisan huruf kapital

Nah bagi Anda yang masih belum tahu penulisan huruf kapital yang benar, berikut adalah pedoman penulisan huruf kapital yang diambil dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD).

Pedoman Penulisan Huruf Kapital Sesuai EYD

1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.

Contoh :

  • Saya membeli buku.
  • Apa maksudnya?
  • Kami siap untuk bertempur.
  • Pekerjaan seperti itu akan mudah dilakukan.

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Contoh :

  • Islam
  • Quran
  • Kristen
  • Alkitab
  • Hindu
  • Weda
  • Allah
  • Yang Maha Kuasa
  • Yang Maha Pengasih
  • Tuhan
  • Hamba-Nya
  • Bimbinglah hamba-Mu ya Allah ke jalan yang Engkau ridhoi.

3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Contoh :

  • Nabi Adam
  • Sultan Hasanuddin
  • Haji Agus Salim
  • Imam Bukhori
  • Syaikh Abdurrahman Al Ausy

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.

Contoh :

Penulisan yang salahPenulisan yang benar
Nama-nama Nabi dalam Islam yang perlu diketahui.Nama-nama nabi dalam Islam yang perlu diketahui.
Beliau baru saja diangkat menjadi Sultan.Beliau baru saja diangkat menjadi sultan.
Rencananya tahun depan mereka berangkat Haji.Rencananya tahun depan mereka berangkat haji.
Seorang Kiai tentu saja harus memberi contoh baik.Seorang kiai tentu saja harus memberi contoh baik.

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu.

Contoh :

  • Wakil Presiden Mohamad Hatta
  • Perdana Menteri Nehru
  • Profesor BJ Habibie
  • Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
  • Sekretaris Jenderal Departemen Kehakiman
  • Gubernur Jawa Barat

5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya.

Contoh :

  • Sidang itu dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia
  • Sidang itu dipimpin Presiden
  • Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional
  • Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu.

Contoh :

Penulisan yang salahPenulisan yang benar
Dia hanya seorang Camat yang hidupnya sederhana.Dia hanya seorang camat yang hidupnya sederhana.
Rapat itu langsung dipimpin oleh seorang Letnan Jendral.Rapat itu langsung dipimpin oleh seorang letnan jendral.
Pencalonan dirinya sebagai Walikota namun tidak membuatnya menjadi angkuh.Pencalonan dirinya sebagai walikota namun tidak membuatnya menjadi angkuh.

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama orang.

Contoh :

  • Ridwan Kamil
  • Cut Nyak Dien
  • Basuki Cahya Purnama
  • Otto Iskandar Dinata

Catatan:

A. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada devan, dan der (dalam nama Belanda), von (dalam nama Jerman), atau da (dalam nama Portugal).

Contoh :

  • J.J de Hollander
  • J.P. van Bruggen
  • H. van der Giessen
  • Otto von Bismarck
  • Vasco da Gama

B. Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti.

Contoh :

  • Abdul Rahman bin Zaini
  • Ibrahim bin Adham
  • Siti Fatimah binti Salim
  • Zaitun binti Zainal

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang atau nama geografis yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Contoh: 10 volt, 5 ampere, mesin diesel, garam inggris, gula jawa, jeruk bali.

7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa dan bahasa.

Contoh:

  • bangsa Yunani
  • suku Sunda
  • bahasa Indonesia

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan

Contoh :

  • pengindonesiaan kata asing
  • keinggris-inggrisan
  • kejawa-jawaan

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari dan hari raya.

Contoh :

  • hari Natal
  • bulan Agustus
  • tarikh Masehi
  • tahun Hijriyah
  • hari Lebaran

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama peristiwa sejarah.

Contoh :

  • Perang Badar
  • Perang Kemerdekaan
  • Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama.

Contoh :

Penulisan yang salahPenulisan yang benar
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya Perang Dunia.Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
Soekarno dan Hatta memproklamasikan Kemerdekaan bangsa Indonesia.Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi.

Contoh :

  • Jawa Barat
  • Cirebon
  • Amerika Serikat
  • Asia Tenggara
  • Eropa

10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi.

Contoh :

  • Bukit Barisan
  • Dataran Tinggi Dieng
  • Selat Sunda
  • Sungai Musi
  • Danau Toba
  • Gunung Semeru
  • Terusan Suez
  • Jazirah Arab

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya.

Contoh :

  • ukiran Jepara
  • pempek Palembang
  • tarian Melayu
  • asinan Bogor
  • batik Pekalongan

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi.

Contoh :

Penulisan yang salahPenulisan yang benar
Kami berlayar menyebrangi Teluk.Kami berlayar menyebrangi teluk.
Tidak pernah terpikirkan untuk berenang di Danau ini.Tidak pernah terpikirkan untuk berenang di danau ini.
Dari sini terlihat Gunung yang menjulang tinggi.Dari sini terlihat gunung yang menjulang tinggi.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis.

Contoh :

  • pisang ambon
  • pete cina
  • nangka belanda
  • harimau sumatera
  • kunci inggris

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untuk.

Contoh :

  • Republik Indonesia
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1972
  • Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak
  • Departemen Keuangan
  • Undang-Undang Dasar 1945

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi.

Contoh :

Penulisan yang salahPenulisan yang benar
Beberapa Badan Hukum telah ditetapkan.Beberapa badan hukum telah ditetapkan.
Kerja sama antara Pemerintah dan Rakyat telah terjalin sejak lama.Kerja sama antara pemerintah dan rakyat telah terjalin sejak lama.
Menurut Undang-Undang, ia dapat dijatuhi hukuman seumur hidup.Menurut undang-undang, ia dapat dijatuhi hukuman seumur hidup.

Namun,

Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu, misalnya Indonesia, huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital.

Contoh :

  • Pemberian gaji bulan ke 13 sudah disetujui Pemerintah.
  • Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu.
  • Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur.

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan.

Contoh :

  • Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Rancangan Undang-Undang Kepegawaian
  • Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial
  • Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan

14. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti dikedaridanyang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.

Contoh :

  • Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
  • Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
  • Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.
  • Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”.

15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri.

Dr. doktor
S.E. sarjana ekonomi
S.H. sarjana hukum
S.S. sarjana sastra
S.Kp. sarjana keperawatan
M.A. master of arts
M.Hum. magister humaniora
Prof. profesor
K.H. kiai haji
Tn. tuan

Catatan:

Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi, termasuk singkatannya, diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993.

16. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.

Contoh:

  • Kapan Saudara berangkat?
  • Saya akan disuntik, Dok?
  • Di mana rumah Pak Joni?
  • Itu apa, Bu?
  • Surat Bapak sudah saya terima.

17. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan.

Contoh :

Penulisan yang salahPenulisan yang benar
Maaf, saya tidak mengenal anda.Maaf, saya tidak mengenal Anda.
Pesanan anda telah kami kirim kemarin.Pesanan Anda telah kami kirim kemarin.
Terima kasih atas perhatian anda.Terima kasih atas perhatian Anda.
Dimanakan anda tinggal sekarang?Dimanakan Anda tinggal sekarang?

Jika dibaca sepintas, mungkin saja Anda akan merasa kesulitan dalam menerapkan penulisan huruf kapital ini.

Namun jika Anda melakukannya terus menerus dengan cara menggunakan huruf kapital yang benar, maka akan terbentuk kebiasaan baik dengan sendirinya.

Karena itu, mulailah dari sekarang untuk tertib menulis huruf kapital untuk menghasilkan artikel yang berkualitas.

Semoga bermanfaat.

2 pemikiran pada “Pedoman Penggunaan Huruf Kapital yang Benar”

  1. Dari sekolah sudah diajarkan tentang huruf kapital tetapi tidak pernah benar-benar memahaminya. Sekarang juga lagi bersaha untuk menggunakan huruf kapital pada tempat yang tepat

Tinggalkan komentar