Jenis-Jenis Puisi yang Perlu Diketahui

Jenis-jenis puisi.

Berbicara tentang puisi, beberapa waktu lalu telah saya jelaskan mengenai unsur-unsur yang bisa berpengaruh terhadap sebuah puisi.

Mudah-mudahan saat ini Anda telah memahaminya lebih dari sebelumnya.

Untuk membuat karya puisi, terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi agar hasil puisi menjadi indah dan bermakna.

Selain irama serta penyusunan larik dan bait, puisi juga terdiri dari beberapa jenis.

Inilah uraian selengkapnya.

Berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau gagasan yang hendak disampaikan, puisi terbagi dalam jenis-jenis berikut:

  1. Balada adalah sajak yang berisi cerita atau kisah.
  2. Romance adalah sajak yang berisi curahan perasaan cinta.
  3. Elegi adalah sajak yang berisi curahan perasaan cinta.
  4. Ode adalah sajak yang berisi sanjungan kepada 0rang lain yang diangap berjasa dalam masyarakat (pahlawan).
  5. Himne adalah sajak yang berisi pujaan/pujian kepada Allah, tanah air, seseorang atau sesuatu yang dimuliakan.
  6. Epigram, slogan, semboyan atau sajak yang berisi semboyan ajaran hidup. Tujuannya adalah menanamkan semangat perjuangan hidup, baik untuk diri sendiri atau bagi yang lain.
  7. Satire adalah sajak yang  berisi sindiran, kritik, atau kecaman, misalnya ditujukan untuk menyindir kepincangan sosial dan kebobrokan moral.

Dan di bawah ini adalah contoh puisi berdasarkan jenisnya.

jenis-jenis puisi

Balada

Puisi balada adalah puisi yang objektif, menggambarkan perilaku seseorang, baik lewat dialog maupun monolog sehingga mengandung suatu gambaran kisah tertentu.

Contoh puisi Balada:

Balada Orang-orang Tercinta
Karya: W.S. Rendra

Kita bergantian menghirup asam
Batuk dan lemas terceruk
Marah dan terbaret-baret
Cinta membuat kita bertahan
dengan secuil redup harapan

Kita berjalan terseok-seok
Mengira lelah akan hilang
di ujung terowongan yang terang
Namun cinta tidak membawa kita
memahami satu sama lain

Kadang kita merasa beruntung
Namun harusnya kita merenung
Akankah kita sampai di altar
Dengan berlari terpatah-patah
Mengapa cinta tak mengajari kita
Untuk berhenti berpura-pura?

Kita meleleh dan tergerus
Serut-serut sinar matahari
Sementara kita sudah lupa
rasanya mengalir bersama kehidupan
Melupakan hal-hal kecil
yang dulu termaafkan

Mengapa kita saling menyembunyikan
Mengapa marah dengan keadaan?
Mengapa lari ketika sesuatu
membengkak jika dibiarkan?
Kita percaya pada cinta
Yang borok dan tak sederhana
Kita tertangkap jatuh terperangkap
Dalam balada orang-orang tercinta

Romance

Romance adalah puisi yang berisi luapan rasa cinta seseorang terhadap sang kekasih.

Contoh puisi Romance:

Sajak Putih
Karya: Chairil Anwar

Buat tunanganku Mirat

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…

Buat miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
Dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah
Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku…

Elegi

Elegi adalah puisi ratapan yang mengungkapkan rasa pedih dan kedukaan seseorang.

Contoh puisi Elegi:

Sia-Sia
Karya: Chairil Anwar

Penghabisan kali itu kau datang
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan suci
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan: untukmu

Lalu kita sama termangu
Saling bertanya: apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti

Sehari kita bersama. Tak gampir-menghampiri.

Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

Ode

Ode adalah puisi yang berisi pujian terhadap seseorang yang memiliki jasa ataupun sikap kepahlawanan.

Contoh puisi Ode:

Teratai
Karya: Sanusi pane

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri Laksmi mengarang
Biarpun ia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia.

Teruslah, O Teratai Bahagia
Berseri di kebun Indonesia

Biar sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga zaman

Himne

Himne adalah puisi yang berisi pujian terhadap Tuhan maupun ungkapan rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.

Contoh puisi Himne:

Do’a
Karya: Taufiq Ismail

Tuhan kami
Telah nista kami dalam dosa bersama
Bertahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani
Ampunilah kami
Ampunilah
Amiin

Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami
Menggunakan asmaMu bertahun di negeri ini
Semoga Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisanMu
Ampunilah kami
Ampunilah
Amiin

Epigram

Epigram adalah puisi baru yang berisi tentang tuntunan atau ajaran hidup.

Epigram berisi tentang ajaran-ajaran moral, nilai-nilai hidup yang baik dan benar, yang dilukiskan dengan ringkas. Terkadang ditulis dengan kata-kata atau kalimat-kalimat sindiran atau kecaman pahit.

Contoh puisi Epigram:

Hak Oposisi
Karya: WS Rendra

Aku bilang tidak,
aku bilang ya,
menurut nuraniku.
Kamu tidak bisa mengganti
nuraniku dengan peraturan.

Adakah tugasmu
untuk membuktikan
bahwa kebjikasanaanmu
pantas mendapat dukungan.
Tapi dukungan
tidak bisa kamu paksakan.

Adalah tugasmu
untuk menyusun peraturan
yang sesuai dengan hati nurani kami.
Kamu memasang telinga
selalu,
untuk mendengar nurani kami.
Sebab itu, kamu membutuhkan oposisi.
Oposisi adalah jendela bagi kamu.
Oposisi adalah jendela bagi kami.
Tanpa oposisi: sumpek.
Tanpa oposisi: kamu akan terasing dari kami
Tanpa oposisi: akan kamu dapati gambaran palsu
tentang dirimu.

Satire

Puisi Satire adalah ungkapan sindiran terhadap suatu keadaan tertentu ataupun sindiran untuk seseorang.

Contoh puisi Satire:

Di Negri Amplop
Karya: Gusmus

Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya “malu”
Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi “rapi-rapi”
David coverfil dan rudini bersembunyi “rendah diri”
Entah, andai Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya
Amplop-amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur
Hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
Hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
Memutuskan putusan yang tak putus
Membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
Dan mengendalikan orang-orang biasa
Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
Mencairkan dan membekukan
Mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa nafsu
Orang sakti bisa mati
Di negri amplop, amplop-amplop mengamplopi apa saja dan siapa saja.

Demikian penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis puisi berikut contohnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment