Penyebab Terbesar Perceraian Dalam Rumah Tangga

Penyebab perceraian.

Pada artikel ini adalah tentang beberapa faktor yang kerap menjadi penyebab terbesar perceraian dalam rumah tangga.

Memang, kondisi rumah tangga selalu mempunyai sisi menarik untuk dipelajari dan digali.

Prahara yang timbul tenggelam dalam sebuah jalinan suami istri sering kali menjadi pemicu hadirnya pertengkaran, bahkan lebih buruknya bisa berakhir dengan perceraian.

7 faktor penyebab perceraian inilah topik pembahasan saya kali ini.

Berbicara mengenai perceraian tentunya sangat miris. Mengingat bahwa perceraian adalah salah satu yang paling dibenci Tuhan (dalam ajaran Islam).

Namun sepertinya saat ini perceraian sudah menjadi suatu hal yang dianggap biasa.

Maksudnya begini,

Seperti diketahui di zaman sekarang, bahwa banyak pasangan yang dengan mudahnya mereka menikah namun hanya berselang berapa lama kemudian mereka pilih berpisah (cerai).

Walau pada dasarnya, keputusan bercerai tentu saja bukan yang mereka inginkan atau cita-citakan sebelumnya. Tapi pada kenyataannya justru ada sebagian orang yang memilih bercerai hanya karena permasalahan kecil saja.

Itu yang sangat disesali.

Mengingat ada begitu banyak yang harus dikorbankan ketika memilih untuk bercerai. Salah satunya adalah anak sebagai korban.

Belum lagi untuk bangkit setelah perceraian juga ternyata tidaklah mudah. Diperlukan waktu untuk bisa kembali membenahi diri dengan kesendirian.

penyebab perceraian

Lalu, sebetulnya apa arti perceraian?

Tentu saja Anda sudah paham dan mengerti arti dan makna dari perceraian itu sendiri. Namun tidak ada salahnya jika saya kembali uraikan lebih detail untuk Anda.

Pengertian Perceraian

Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tidak ingin lagi melanjutkan pernikahannya. Mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan.

Selama perceraian, pasangan tersebut harus bisa memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan seperti  rumah, mobil serta perabotan.

Dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka.

Banyak negara yang memiliki hukum dan aturan mengenai perceraian, dan pasangan itu dapat menyelesaikan ke pengadilan.

Jenis Perceraian

Jenis perceraian terbagi menjadi dua, cerai hidup dan cerai mati.

Cerai hidup artinya perceraian yang terjadi karena adanya ketidak cocokkan antara satu sama lainnya.

Dan cerai mati yaitu perceraian yang terjadi karena salah satu pasangan meninggal.

Seperti yang sudah saya katakan di atas, bahwa dalam sebuah rumah tangga tentunya tidak ada satupun pasangan yang awalnya mempunyai keinginan untuk bercerai.

[click_to_tweet tweet=”Tuhan membenci perceraian, namun Tuhan juga tidak menyukai kehidupan rumah tangga yang dipenuhi dengan pertengkaran dan kebohongan.” quote=”Tuhan membenci perceraian, namun Tuhan juga tidak menyukai kehidupan rumah tangga yang dipenuhi dengan pertengkaran dan kebohongan.”]

Itulah mengapa suatu hal yang fatal atau begitu komplek dalam rumah tangga sering kali perceraian tidak dapat dielakkan.

Untuk Anda, tidak ada salahnya sekedar mengetahui dan memahami mengenai banyak hal tentang perceraian.

Diharapkan dengan memahami dan mengetahui hal itu, dapat menjadi suatu perhatian agar perceraian tidak datang menghampiri keluarga Anda bahkan Anda dapat mencegahnya.

Ada banyak orang yang selalu bilang bahwa faktor penyebab perceraian adalah karena adanya pihak ke-3.

Memang pernyataan seperti itu ada benarnya juga namun tidak sepenuhnya selalu demikian.

Karena ternyata banyak faktor lain juga yang menjadi penyebab terjadinya perceraian.

Harapan saya dengan Anda membaca tulisan ini, maka Anda bisa lebih waspada dan hati-hati dalam menjalani biduk rumah tangga sehingga terjauh dari apa yang dinamakan perceraian.

Penyebab Perceraian

Ada banyak pasangan ketika merencanakan sebuah pernikahan hanya karena dilandasi rasa cinta yang begitu besar.

Mereka lupa, bahwa ada banyak hal lain yang seharusnya menjadi pertimbangan saat mereka memutuskan untuk segera menikah.

Dan apa yang terjadi?

Banyak diantara pasangan yang baru beberapa tahun bahkan hitungan bulan menikah, namun mereka kandas dan akhirnya menyerah.

Persiapan ..

Itulah salah satu jawaban dari kegagalan mereka.

Persiapan rumah tangga adalah hal terpenting dalam mencegah adanya perceraian.

Bukan hanya berbicara mengenai persiapan materi, namun persiapan hati dan juga mental adalah jauh lebih penting dari segalanya.

Tentu saja persiapan materi, hati dan mental belum cukup menjamin sebuah rumah tangga yang utuh sampai akhir hayat.

Ada banyak persiapan lainnya yang diantaranya dengan memilih calon pasangan hidup yang tepat sebelum Anda memutuskan untuk menikah.

Perlu digaris bawahi bahwa perceraian ini tidak saja datang pada pasangan muda yang baru dalam berumah tangga, namun perceraian juga sering kali menghampiri pasangan-pasangan yang sudah cukup lama dalam menjalani rumah tangga.

Ternyata memang menjalani sebuah rumah tangga, membina keluarga yang bahagia itu tidak mudah seperti halnya kita berbicara dengan segala teori-teori yang begitu gampangnya terucap.

Karena itulah saya ingin Anda semua memahami dan mengetahui hal-hal yang mempengaruhi sebuah hubungan rumah tangga dan kerap menjadi faktor penyebab perceraian.

7 Faktor Penyebab Perceraian dalam Rumah Tangga

penyebab perceraian

1. Masalah Ekonomi

Tidak dapat dipungkiri, karena masalah ekonomi sering kali sebuah keluarga berselisih paham dan berakibat fatal pada akhirnya.

Tingginya biaya hidup pada masa sekarang, sifat konsumtif dan kurangnya kemampuan dalam mengelola keuangan sangat berdampak pada kehidupan rumah tangga.

Dengan kondisi seperti itu memaksa kedua pasangan harus bekerja lebih  keras lagi untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Nah jika saja kebutuhan hidup tidak terpenuhi, yang terjadi adalah retaknya rumah tangga dan berakhir dengan perceraian.

2. Perselingkuhan

Pengkhianatan dalam rumah tangga merupakan hal fatal dan menjadi faktor yang sering terjadi dan berakhir dengan  perceraian.

Janji setia saat pernikahan telah dinodai dengan adanya perselingkuhan.

Inilah pemicu adanya perceraian.

Luka hati yang teramat dalam karena sebuah pengkhianatan sangat susah disembuhkan.

Pengambilan keputusan saat ini terjadi memang terkesan tanpa banyak pertimbangan lagi. Biasanya kata cerai sangat mudah diucapkan saat itu terjadi

3. KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)

Dalam hal ini KDRT yang dimaksud adalah mencakup kekerasan fisik, ucapan atau tindakan emosional lainnya. Biasanya pihak yang sering mendapatkan kekerasan seperti ini lebih banyak dialami kaum wanita.

Namun ada hal aneh yang terjadi dalam banyak kejadian tentang kasus KDRT.

Wanita sering kali menjadi korban kekerasan, tapi wanita juga yang cenderung menolak perceraian dengan berbagai alasan. Salah satunya karena masa depan sang anak.

Kebanyakan dari kaum wanita yang mengalami tindakan kekerasan ini biasanya hanya akan pergi untuk  beberapa saat saja dan kemudian kembali rujuk lagi.

Wanita lebih cenderung pemaaf ketimbang kaum pria pada umumnya. Tapi di luar itu semua, jika KDRT terjadi terus menerus dalam pernikahan maka pihak wanita pada akhirnya menyerah dan meminta serta menuntut untuk bercerai.

4. Perbedaan Prinsip dan Keyakinan

Agak aneh memang jika hal ini menjadi faktor penyebab perceraian.

Betapa tidak, pada dasarnya sebelum kedua pasangan menikah tentunya perbedaan ini sudah diketahui masing-masing pasangan.

Namun karena cinta mengalahkan segalanya, maka perbedaan prinsip dan keyakinan pada awalnya diabaikan dan tidak pernah dipersoalkan.

Mereka sama sekali tidak memikirkan jauh ke depan tentang bagaimana sebuah rumah tangga bisa terbina dengan baik jika diantara pasangan terdapat perbedaan keyakinan dan prinsip itu tadi.

Memang tidak sedikit juga pasangan yang mempunyai perbedaan prinsip namun justru dapat menjaga keutuhan rumah tangganya bahkan sampai akhir hayat mereka.

Di Indonesia sendiri perbedaan prinsip dan keyakinan seperti itu pada umumnya tidak bertahan lama dalam rumah tangga mereka.

Setelah menikah mereka cenderung tidak lagi bisa saling mengalah bahkan justru bertambah  kuat dengan prinsip dan keyakinan masing-masing.

Yang terjadi adalah mereka memilih untuk berpisah dan pada akhirnya bercerai.

5. Masalah Seksual

Masalah seksual ini ternyata menjadi hal yang paling sering menjadi faktor pemicu terjadinya perceraian.

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang terutama kaum pria menyatakan tentang begitu pentingnya masalah seksual dalam sebuah pernikahan.

Memang seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia pernikahan sering kali menjadikan pasangan mengalami perubahan sifat seksual.

Muncul rasa bosan, jenuh, cape sehingga menjadikan gairah seks berkurang.

Tapi dari beberapa penelitian mengatakan jika kaum pria cenderung memiliki kebutuhan seksual yang stabil sampai tua.

Dari sinilah biasa dimulainya konflik rumah tangga yang berujung perceraian.

6. Kurang Komunikasi

Komunikasi menjadi hal yang teramat penting pasa setiap aspek kehidupan manusia, termasuk juga dalam sebuah rumah tengga.

Hubungan yang harmonis hanya dapat terjalin karena adanya komunikasi yang baik antara kedua pasangan.

Jika saja dalam keluarga atau dalam rumah tangga tidak dapat menjaga komunikasi antara suami dan istri maka sangat bisa dipastikan bahwa hanya tinggal menunggu waktu saja rumah tangga itu akan berakhir dan hancur.

Kebiasaan tertutup pada pasangan yang menyangkut tentang keuangan, keluarga kedua belah pihak, sering kali menjadi penyebab kesalahpahaman yang berujung pertengkaran.

Hal seperti ini andai dibiarkan tanpa perbaikan dari kedua belah pihak, maka perceraian tinggal menunggu waktu saja.

Karenanya, kurangnya komunikasi menjadi salah satu faktor penyebab perceraian.

7. Anak

Lho kenapa anak menjadi faktor penyebab sering terjadinya perceraian?

Begini,

Satu dari tiga kasus perceraian merupakan karena persoalan anak.

Tidak mempunyai anak, kebanyakan anak, harapan yang berbeda terhadap anak, pendidikan dan masalah kesehatan anak, justru sering kali menimbulkan pertengkaran antara suami istri yang berujung perceraian.

Sangat miris memang, tapi inilah yang sering terjadi di sekeliling kita dan perlu selalu Anda waspadai bahwa hal yang mungkin saja dianggap sepele dan kecil, namun ternyata dapat menimbulkan satu dampak yang begitu besar dan fatal.

Dampak dari Perceraian

Seperti yang disebutkan di atas, bahwa dari perceraian itu sendiri tentunya membawa dampak besar bagi kedua pasangan bahkan keluarga lain serta anak-anak.

Anak-anak yang terlahir dari pernikahan tentu saja akan menjadikan mereka merasa tertekan batinnya dan sangat sedih bila melihat kondisi orang tua mereka bercerai.

Demikian adalah faktor yang menjadi penyebab perceraian yang sering dialami banyak pasangan dalam rumah tangga.

Ada baiknya, jika setiap pasangan bisa lebih mempertimbangkan dan mengedepankan rasa sayang terhadap keluarga dan anak-anak disaat sedang menghadapi berbagai masalah serta kesulitan dalam rumah tangga.

Jauhkan ego dari masing-masing pasangan dan senantiasa lebih mengedepankan rasa cinta kasih diantara keduanya.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar