Cara Memilih Pasangan Hidup yang Tepat Sebelum Menikah

Cara memilih pasangan hidup.

Tulisan ini lebih diperuntukkan bagi mereka yang “masih sendiri” (bujangan atau single parent) serta untuk Anda yang masih bingung memilih atau menentukan jodoh yang tepat untuk pasangan hidup.

Jadi untuk Anda yang sudah punya pasangan, mending enggak usah lagi membaca artikel ini. Karena bisa-bisa Anda tertarik lagi untuk cari teman hidup baru berikutnya ūüėÄ gawat kan? just kidding..

Memilih pasangan hidup itu memang tidak mudah. Malah bisa dibilang sangat sulit.

Iya dong,

Idealnya, kita harus memilih seseorang yang bisa menemani hidup kita hingga maut yang memisahkan. Susahkan? Belum tentu juga pilihan kita siap seperti itu¬†😀

Karena itulah, tulisan ini dibuat.

Saya ingin berbagi pengalaman dan memberikan solusi untuk Anda dan siapapun, supaya lebih jeli dalam memilih pasangan hidup nanti.

Seperti yang kita semua ketahui bahwa jodoh, maut dan rezeki adalah telah Allah tetapkan. Tapi tidak berarti Anda hanya berdiam diri menunggu.

Harus ada usaha dan upaya yang dilakukan agar mendapatkan jodoh yang tepat dan baik.

Dalam prosesnya, perlu ketelitian dan ke hati-hatian agar Anda tidak salah dalam memilih.

Setiap pasangan yang menikah menginginkan kehidupan yang awet dan bahagia. Namun karena keliru dalam memilih pasangan, hingga akhirnya berujung pada perpisahan bahkan menjadi salah satu penyebab perceraian dalam rumah tangga.

Saya pernah membaca sebuah kalimat yang kira-kira seperti ini bunyinya:

Memilih teman hidup itu bukan perihal tampang, harta apalagi gelar. Tapi tentang seseorang yang mau duduk bersamamu sampai rambut memutih dan raga tak mampu lagi berbuat banyak.

Seseorang yang mau duduk bersamamu sampai rambut memutih dan raga tak mampu lagi berbuat banyak“.

Kalimat terakhir ini seakan memberikan gambaran bahwa memilih pasangan hidup seperti itu memang tidak mudah.

Namun mesti sulit, tidak lantas Anda harus selalu minta bantuan orang lain untuk bisa menemukan jodoh yang cocok.

Dengan melakukan kita-kiat di bawah ini maka Anda bisa segera menemukan belahan hati yang tepat sehingga nantinya diharapkan menjadi pasangan sejiwa dan separuh napas Anda.

Cara Memilih Pasangan Hidup yang Tepat dan Terbaik

1. Usahakan se-iman

Walaupun ada istilah bahwa cinta tidak pernah mengenal kasta, tahta, maupun agama, tapi dalam hal memilih pasangan hidup, orang yang se-iman harusnya menjadi prioritas.

Alasannya, ketika pasangan Anda mempunyai keyakinan yang berbeda, maka dampaknya cenderung kurang baik bagi kehidupan Anda dan anak Anda nantinya.

Sebagai contoh,

1. Anda pasti harus berjuang untuk bisa mendapatkan legalitas pernikahan. Karena Undang-undang pernikahan di Indonesia belum mengatur secara khusus untuk pernikahan beda agama.

Tafsir dari Pasal 2 ayat (1) UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan adalah perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya.

2. Dampak bagi anak rupanya tidak kalah beratnya.

Bisa jadi anak Anda nantinya menjadi bingung ketika dihadapkan pada pilihan agama yang akan dianut.

Walau pada kenyataannya seringkali orang tua mempunyai peran besar dalam menentukan kepercayaan (agama) bagi anak-anaknya.

Dan hal inilah yang kerap memicu perdebatan antara suami dan istri pada akhirnya.

Pertimbangkan saat memilih pasangan hidup yang beda keyakinan.

2. Bibit, bobot dan bebet

Bibit, bobot, bebet merupakan tradisi dan filosofi Jawa yang masih bisa diterapkan hingga sekarang dalam menilai dan memilih calon pasangan hidup.

Saya akan mnguraikannya secara ringkas saja tentang ketiga istilah di atas.

A. Bobot adalah kualitas diri baik lahir maupun batin. Meliputi keimanan (kepahaman agamanya), pendidikan, pekerjaan, kecakapan dan perilaku.

Bobot menggambarkan kesiapan dan tanggung jawab untuk memenuhi, menafkahi, mengimami, serta sanggup mengasihi pasangan hidupnya kelak.

B. Bibit adalah asal usul atau garis keturunan.

Hal ini mempunyai makna bahwa seseorang harus jelas latar belakangnya. Dari mana ia berasal, dengan cara apa dan oleh siapa ia dididik.

Karena meski bagaimanapun, watak atau karakter adalah sesuatu yang berpotensi diturunkan dalam keluarga.

C. Bebet merupakan status sosial (harkat, martabat, prestige). Filosofi Jawa memposisikannya dalam urutan ketiga. Bebet ini memang penting tapi tidak terlalu penting.

Bebet memiliki asal kata bebedan, atau cara berpakaian.

Setiap orang wajar dinilai berdasarkan caranya berbusana. Karena cara seseorang menampilkan dirinya merupakan penggambaran dari apa yang ada dalam sejatinya orang tersebut.

Karena itulah ketiga filosofi tadi sangat penting untuk dipertimbangkan ketika Anda memilih calon pasangan dalam hidup. Dan ketiga poin tadi mempunyai pengaruh yang besar akan kebahagiaan rumah tangga nantinya.

3. Kesetaraan status sosial

Banyak yang lupa bahkan mengabaikan ini.

Perbedaan status sosial dan ekonomi yang jomplang sering kali menjadi pertanda buruk bagi pasangan yang sudah menikah.

Saat menikah dengan seseorang yang diyakini bakal menjadi pasangan sejiwa, pada dasarnya Anda tidak hanya menikahi dia saja.

Tapi ada keluarganya yang juga akan menjadi bagian dari hidup Anda selanjutnya.

Jangan pernah remehkan hal ini, karena telah ada banyak bukti hancurnya sebuah rumah tangga sering diakibatkan karena perbedaan status sosial.

Walaupun memang tidak selalu terjadi, namun alangkah baiknya jika sejak dini hal ini lebih dipertimbangkan.

4. Kecocokkan karena perbedaan

Cocok tapi beda, itu gimana sih? Lagian mana ada manusia yang cocok antara satu dengan yang lainnya.

Memang, tidak ada satu orang pun di dunia ini sama persis dan saling cocok. Terutama tentang sifat atau kepribadian.

Hal ini terjadi juga pada pasangan. Mungkin tidak akan pernah menemukan orang yang benar-benar cocok dan untuk dijadikan teman dalam hidup.

Tapi, yang sering terjadi justru karena adanya perbedaan maka timbullah rasa saling cocok.

Aneh memang..

Dengan adanya perbedaan ini, akan berisiko memunculkan perdebatan hingga pertengkaran. Tapi ini merupakan bagian dari kehidupan rumah tangga yang harus dijalani untuk mendapatkan kebahagiaan.

Karena itu, fokuslah pada kelebihan pasangan Anda dan bukan pada kekurangannya.

Percayalah, perbedaan yang dimiliki akan membuat hidup Anda lebih berwarna.

Seperti itulah gambaran kecocokan yang saya maksud. Artinya hidup bersama dan saling menerima kelebihan serta kekurangan dari pasangan.

Nah jika Anda telah merasakan adanya kecocokan seperti yang saya jelaskan di atas bersama calon pasangan Anda, itu artinya Anda telah siap melanjutkan ke tahap berikutnya.

5. Mendukung cita-cita Anda

Belahaan hidupmu pasti hanya satu, dan dialah orang pertama satu-satunya yang akan mendukung semua cita-cita serta impian Anda nanti.

Nah kebayang enggak, bila orang yang sekarang lagi dekat dengan Anda tidak pernah mendukung apa yang Anda impikan. Atau mungkin dia terkesan cuek serta tidak peduli.

Besar kemungkinan bahwa dia bukan orang yang tepat untuk dijadikan pasangan hidup Anda.

Yang harus Anda ingat adalah, janganlah selalu berpedoman pada cinta karena ketampanan atau kecantikannya. Karena semua itu akan pudar dan hilang dari pasangan seiring berjalannya waktu.

Coba pilih dan carilah calon pasangan Anda yang benar-benar punya satu tujuan dan bisa mendukung apapun yang Anda impikan.

6. Dengarkan kata hati

Seorang istri adalah orang yang akan menemani Anda hingga maut memisahkan. Itu idealnya.

Sejak awal mengenalnya, pasti Anda bisa rasakan saat-saat sedang berada didekatnya. Ada rasa nyamankah?

Coba rasakan itu dengan hati terdalam Anda. Bukan kata orang lain dan bukan juga karena desakan orang tua atau apapun.

Dengarkanlah kata hati Anda sendiri.

Menikahlah karena Anda dan pasangan merasa cocok dan sepakat untuk berumah tangga. Karena pernikahan yang diawali oleh keterpaksaan, tidak akan langgeng dan bertahan lama.

Tips Memilih Pasangan Hidup menurut Islam

Yang tadi telah diuraikan di atas adalah cara terbaik memilih pasangan hidup dilihat dari pandangan umum. Dan di bawah ini merupakan tips memilih calon pasangan dalam pandangan agama Islam.

Yu simak,

Kriteria jodoh menurut Islam untuk laki-laki

Untuk laki-laki yang berencana memilih pasangan hidup, ini penting dibaca agar tidak salah memilih nantinya.

Allah telah berfirman yang artinya:

“Maka, nikahilah perempuan yang kamu senangi dua, tiga atau tempat. Tetapi jika kamu khawatir tidak berlaku adil, maka (nikahilan) seorang saja.“(QS An-Nisa’ 4:3)

Selain itu, Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam juga telah bersabda yang artinya:

‚ÄúMenikahlah dengan perempuan subur dan disenangi. Karena aku ingin (membanggakan) banyaknya umatku (pada Nabi-nabi lain) di hari kiamat.‚ÄĚ (Hadits sahih riwayat Ibnu Hibban, Hakim, Ibnu Majah)

Seperti ini kriterianya:

  • Mempunyai akhlak dan pendidikan yang baik
  • Penyayang dan berbudi mulia
  • Wanita yang bisa memberikan keturunan
  • Yang mempunya wajah cantik
  • Bukan dari kerabat dekat
  • Bernasab baik (dari keturunan yang baik)
[alert-note]

Baca : Kriteria Calon Istri Idaman Pria

[/alert-note]

Kriteria pasangan hidup menurut Islam untuk perempuan

Nah bagi Anda yang perempuan, inilah beginilah cara memilih jodoh menurut Islam.

Simak baik-baik ya.

Dalam Q.S. Al-Baqoroh ayat 221, Allah SWT telah berfirman yang artinya :

“… dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu.

Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya.

Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.‚ÄĚ

Seperti ini kriteria laki-laki yang baik dalam pandangan Islam:

  • Harus se-iman
  • Taat kepada Allah dan Rasulnya
  • Berilmu dan berakhlak mulia
  • Memiliki ketampanan
  • Mempunyai silsilah keturunan yang baik

Kesimpulan

Dalam memilih jodoh, harusnya beberapa hal diperhatikan agar pasangan hidup Anda sesuai dengan apa yang Anda harapkan.

Yang menurut saya paling penting dalam memilih pasangan hidup adalah bahwa siapapun yang akan menjadi istri atau suami Anda yaitu orang yang beriman dan selalu taat kepada Allah dan Rasulnya.

Itu paling utama dan paling mendasar.

Jika itu telah didapatkan, Insya Allah hal-hal lainnya bisa lebih mudah dijalani.

Siapapun pilihan Anda nantinya, itu akan menjadi cerita dan bagian dalam hidup Anda. Yang pada akhirnya, Anda sendiri yang akan mempertanggungjawabkan atas apa dan siapa yang telah dipilih.

Demikian uraian tentang bagaimana memilih pasangan hidup, baik secara umum ataupun menurut kaidah dan pandangan dalam Islam.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment